Langsung ke konten utama

Postingan

Tujuh Manfaat Membacakan Buku untuk Anak

  Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa keterampilan membaca anak penting untuk keberhasilan mereka di sekolah, pekerjaan, dan kehidupan secara umum. Salah satunya adalah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa anak-anak yang pintar di sekolah serta seorang pembaca yang baik, ternyata memiliki orang tua yang rajin membacakan buku kepada mereka sejak mereka kecil. Penelitian lainnya yang diterbitkan dalam  Perspektif Psychological Science  pada Januari 2013 menyimpulkan bahwa “membaca pada anak-anak dengan gaya interaktif berpotensi meningkatkan IQ anak lebih dari enam poin”. Anda tentu ingin mempunyai anak yang pintar dan sukses di sekolah dan kelak di dunia kerja. Untuk itu, Anda sebagai orang tua sangat penting untuk mengajarkan anak membaca buku sejak dini. Selain berguna untuk pembentukan kebiasaan positif pada anak, mengajarkan anak membaca juga mampu meningkatkan potensi anak dalam belajar dan masih banyak lagi manfaat membaca bagi anak. Nah, sebe...

Anda Sulit Lepas dari Ponsel? Waspada 5 Gangguan Mental Ini

     Libur lebaran ini, banyak orang yang memanfaatkannya untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara di kampung halaman atau berekreasi ke daerah wisata. Sayangnya tidak semua tempat memiliki koneksi internet sebaik di pusat kota. Kondsi tidak terhubung dengan internet dan/atau ponsel ini bisa menjadi cara Anda mendeteksi apakah ponsel sudah menimbulkan gangguan mental pada diri Anda atau anggota keluarga Anda. Bila jawabannya iya, Anda perlu mewaspadainya. Penggunaan ponsel yang semakin intens dilakukan oleh banyak orang dari berbagai kalangan tak pandang usia dan profesi bukannya tanpa alasan. Semua kebutuhan manusia modern saat ini dengan mudah dan murah memang bisa didapatkan melalui peranti tipis nan praktis tersebut. Jelas, ponsel menawarkan solusi atas masalah kebutuhan hidup banyak orang sehingga cepat sekali menjadi budaya baru.          Namun, keberadaan ponsel bukannya tak memiliki cela. Kemudahan yang ditawarkannya itu, justru membuat b...

Anak Anda Hobi Bersosial Media? Waspadai Tipu Daya Daring (Online Grooming) Melalui Media Sosial

  Para penjahat dunia maya kini semakin lihai melancarkan aksinya. Mereka sangat pinntar memanfaatkan kepolosan anak-anak, dengan menggunakan beragam teknik untuk menipu agar anak-anak tersebut mau melakukan hal-hal yang mereka perintahkan. Mereka juga mahir memanipula s i dan mempersuasi anak-anak target korbannya sehingga para korban secara sukarela memberikan informasi atau melakukan tindakan yang menempatkan mereka dalam risiko (bahaya).                 Pada Bulan Oktober 2016, p olisi menangkap pria berinisial ABC alias MPS (42), yang diduga melakukan tindak asusila pada anak di bawah umur. Dalam aksinya ABC meminta foto serta video vulgar pada korban melalui akun Facebook miliknya. Modus pelaku untuk membuat korban terjerat adalah dengan berpura-pura menjadi wanita dan memasang foto profil perempuan cantik di akun Facebook miliknya, untuk selanjutnya ia mengajak berteman anak usia 10 sampai...

Waspada Konten Cabul (Pornografi) di Sekitar Anak, Penting Peran Anda untuk Pencegahannya

  Media daring saat ini masif dengan konten cabul (baca: pornografi) untuk menarik orang berkunjung. Anak-anak Anda mungkin tidak sengaja menemukannya, atau mereka mungkin mencoba mencari konten semacam itu. Ada yang tiba-tiba muncul ( pop up ) saat anak-anak berselancar, namun ada juga yang muncul di timeline media sosial mereka. Inovasi media tidak selamanya berdampak positif. Saat ini, i novasi yang semakin berkembang adalah inovasi yang memungkinkan pengguna saling berinteraksi secara langsung , seperti Instagram, Youtube, Tiktok, Facebook, hingga line, dan Whatsapp. Sayangnya, aplikasi ini kemudian disalahgunakan untuk konten-konten cabul. Setelah sebelumnya di tahun 2010 kita dihebohkan dengan kasus video cabul penyanyi AP, dan di tahun 2020 kita dihebohkan dengan video cabul artis GA, kini di tahun 2022 kita kembali dihebohkan dengan dua pengisi konten cabul yaitu pengguna dengan nama akun Siskaeee di aplikasi Tiktok dan Dea disitus Onlyfans . Dua kasus terakhir ...

Waspada Gim daring: Kenali Modus dan Ketahui Pencegahannya

 Dunia maya memang memiliki daya tarik yang kuat pada siapa pun, tak terkecuali anak-anak. Salah satu yang membuat anak-anak asik berlama-lama di dunia maya, adalah mereka mengakses gim daring ( game online) . Anda perlu waspadai fenomena ini. Mengingat, selain gim daring ini dapat memicu anak menjadi kecanduan internet/ gawai , sehingga membuat aktivitas di dunia nyatanya menjadi terbengkalai, kontennya yang bisa jadi sarat akan kekerasan, juga karena gim daring kini  sudah menjadi modus para predator anak menyasar korbannya. Salah satu contoh kasus kejahatan pemangsa anak melalui gim ini terjadi pada tahun 2021 melalui aplikasi Free Fire . Hasil penyidikan polisi terungkap, bahwa pelaku memang menyasar anak perempuan sebagai pengguna gim. Saat bermain bersama dengan sang anak itulah, pelaku meminta nomor WA dan mulai membujuk korbannya untuk membuat video tanpa busana dengan menawari korban uang gim daring Free Fire sebanyak 500-600 diamond yang akan dikirim ke akun korban...

Menjadi Orang Tua Sadar Media

    Kita sadari atau tidak, ternyata an ak-anak kini semakin mahir berselancar di dunia maya. Sayangnya, orang tua/ pengasuh lambat bertambah pengetahuannya tentang dunia maya atau bahkan masih jalan di tempat. Padahal mengingat usianya, anak-anak sangat rentan menjadi korban para pemangsa anak. Sudah saatnya orang tua/pengasuh untuk terus belajar kemajuan teknologi media agar dapat optimal membimbing Ananda Intensitas penggunaan ponsel dan gawai lainnya oleh anak-anak dan remaja hampir dipastikan saat ini sangat tinggi. Kondisi pandemi Covid-19 salah satu yang menjadi pemicunya. Kebijakan pemerintah yang bertujuan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 terpaksa membuat anak-anak dan remaja sejak dua tahun terakhir belajar dan kuliah dari rumah secara daring. Tentunya akses terhadap dunia maya juga makin terbuka lebar bagi mereka. Sudah bukan rahasia jika anak-anak pun kini punya beragam akun media sosial, atau menggunakan berbagai aplikasi daring, serta menyaksikan berbag...

Lima Tips Mensikapi Anak yang (Rentan) Gagal Melanjutkan ke Jenjang Pendidikan Selanjutnya

  Beberapa hari terakhir ini, Anda selaku orang tua dari anak-anak yang masih pelajar pasti telah menerima laporan hasil belajar ananda satu tahun terahir dari sekolah. Momen ini tentu sudah ditunggu-tunggu para orang tua dan juga siswa. Apalagi kali ini tahun ajaran yang sekaligus menentukan ananda akan lanjut di kelas berikutnya, atau tinggal kelas. Selain itu, ada juga sebagian dari Anda yang miliki anak lulus dari SD melanjutkan ke SMP, atau dari SMP melanjutkan ke SMA, maupun yang lulus dari SMA melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.                 Harapan semua orang tua termasuk Anda tentunya adalah keberhasilan ananda naik ke kelas selanjutnya atau diterima di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Namun, jika yang terjadi sebaliknya, apakah Anda sudah mempersiapkan diri? Nah, bagaimana sebaiknya orangtua mensikapi anak yang rentan atau bahkan tidak naik kelas atau gagal lolos seleksi program studi kampus idaman ? Berikut lima t...