Langsung ke konten utama

Postingan

11 Salah Kaprah tentang Pornografi

  Pornografi, suatu materi yang hadir di media atau ruang publik yang berisi ketelanjangan tubuh untuk memancing hasrat seksual, sebenarnya sudah hadir sejak lama. Apalagi di era multi-layar seperti yang kita hadapi saat ini. Sayangnya, ternyata masih banyak orang yang salah kaprah tentang pornografi. Mirisnya bahkan orang-orang yang berposisi sebagai public figure justru dengan bangga menyampaikan kesalah kaprahan ini. Padahal jika hal ini tidak kita luruskan, maka berpotensi membuat pornografi menjadi lebih massif dan rentan menghancurkan generasi muda dan tatanan masyarakat yang beradab. Apa saja salah kaprah terkait pornografi itu? Berikut ini 11 salah kaprah yang saya bahas khusus untuk Anda, semoga bermanfaat!   1. Pornografi Tidak berbahaya? Tidak, ini Ancaman Serius untuk Kesejahteraan Jiwa dan Raga! Bahaya pornografi merusak integritas jiwa dan kesehatan fisik. Victor B. Cline, seorang ahli psikoanalis dari Amerika Serikat pada tahun 1986 menemukan fakta bahwa se...

Ketika Sisi Naik Angkot Ke Sekolah

  Sisi baru saja lulus sekolah dasar. Sisi senang sekali, karena berhasil lulus dengan nilai terbaik dan juga lolos diterima di salah satu SMP favorit di kotanya. Pekan depan Sisi akan mulai bersekolah di SMP idamannya tersebut. Jarak dari rumah ke sekolah baru Sisi, sekitar 3 (tiga) km. Ada angkutan kota (angkot) yang biasanya digunakan oleh para siswa dan siswi SMP itu untuk menuju ke sana. Ini merupakan pengalaman baru bagi Sisi. Sebelumnya, Sisi biasa berjalan kaki saja ke sekolahnya karena cukup dekat dari rumah. “Bu, mulai pekan depan, Sisi pergi dan pulang sekolah naik angkot, sendiri ya,” pinta Sisi pada Ibu yang sedang menyiapkan makan malam. “Memang Sisi, berani? Biasanya 'kan, Sisi naik angkot bersama Ibu, ayah, atau kak Luna dan kak Selin,” ujar ibu sambil duduk di samping Sisi. “Sisi berani, Bu. Sisi sudah kelas satu SMP. Malah, Didi teman Sisi sudah biasa naik angkot sejak kelas empat SD loh, Bu. Masa, Sisi kalah dari Didi. Padahal Sisi kan, lebih tinggi dari Di...

Yuk, Ketahui Apa itu Kekerasan pada Anak dan Pencegahannya

  Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun termasuk yang masih berada di dalam kandungan (Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana   telah diubah menjadi Undang-Undang 34 tahun 2014). Anak merupakan asset bangsa. Merekalah yang kelak akan mewarisi bangsa Indonesia, dan duduk menjadi pemimpin dan pengelola bangsa ini. Untuk itu, tumbuh kembang anak penting untuk menjadi perhatian semua pihak, khususnya orang tua atau keluarga. Hal ini terutama agar anak dapat dilindungi oleh orang-orang di sekitarnya sehingga tidak mengalami gangguan yang menghambat tumbuh kembang mereka secara optimal seperti kekerasan, eksploitasi, penelantaran dan perlakuan salah lainnya. Jangan sampai karena ketidaktahuan kita sebagai orang tua justru membuat anak dalam kondisi yang membahayakan. Berikut ini pencegahan kekerasan pada anak berbasis keluarga yang telah saya rangkum untuk Anda. Semoga bermanfaat! Kekerasan pada Anak Pengertian kekerasan pa...

7 (Tujuh) Kiat Mengajarkan Anak tentang Toleransi

  Siapa pun Anda, apakah Anda seorang ibu atau ayah, paman atau bibi, guru atau bahkan hanya tetangga seorang anak, pasti dalam hidup, Anda akrab dengan perbedaan. Kondisi ini tentunya juga dirasakan oleh anak-anak baik di lingkungan rumah maupun di sekolah. Untuk itu, menjadi penting bagi kita untuk turut bertanggungjawab mengajarkan toleransi kepada anak. Mengapa anak? Hal ini karena jika kita ingin membuat dunia menjadi tempat yang lebih saling memahami, kita harus mulai dengan anak-anak. Mereka adalah orang-orang yang mudah dipengaruhi yang masih membentuk persepsi mereka tentang dunia, dan sangat penting bagi mereka untuk memiliki model peran positif dan pengaruh yang baik dalam hidup mereka.   Tidak hanya mengacu pada perbedaan agama dan ras, tetapi juga toleransi terkait gender, cacat fisik/mental, ukuran, bentuk tubuh, dan berbagai hal yang terkait dengan perbedaan. Nah, agar kita lebih memahami bagaimana mengajarkan toleransi kepada anak, berikut tujuh kiat yang t...

Anak Anda Terlihat Suka Melukai Diri Sendiri? Yuk Ketahui Penyebab dan Antisipasinya!*

  Anak atau remaja tidak selalu berada di lingkungan yang nyaman. Dalam pergaulan di sekolah atau lingkungan rumah, mereka tak jarang mengalami kecewa, merasa tidak diterima lingkungan, atau muncul perasaan negatif lainnya seperti merasa sendiri, bosan, marah, dan stres. Tentunya perasaan-perasaan negatif tadi butuh pelampiasan. Sayangnya, tidak semua anak atau remaja tahu bagaimana melampiaskan perasaan-perasaan negatif ini dengan cara yang tepat. Beberapa anak atau remaja melampiaskan perasaan negatif mereka dengan cara melukai diri. Hal ini karena mereka anggap dapat menjadi sarana untuk mengekspresikan rasa sakit mereka atau sebagai mekanisme koping (memulihkan diri dari stres). K ebanyakan pelakunya menyembunyikan luka, bekas luka, atau luka bakar karena tidak ingin mendapat perhatian ekstra dari perilakunya tersebut . Kondisi ini membuat orang tuanya pun seringkali terlambat mengetahuinya, sehingga mengancam jiwa anak sendiri. Nah, untuk itu, kali ini saya akan membah...