Langsung ke konten utama

Postingan

Menjadi Orang paling Berbahagia

  Salah satu keuntungan yang saya rasakan menjadi anggota komite sekolah adalah selalu mendapat undangan untuk menghadiri kegiatan-kegiatan sekolah. Baik kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh pihak manajemen sekolah, maupun yang diselenggarakan oleh siswa. Seperti yang saya alami pada Jumat lalu, kebetulan ada kegiatan pesantren kilat Ramadhan yang diselenggarakan oleh ekstrakurikuler kerohanian Islam di sekolah anak saya. Kegiatan ini diselenggarakan secara virtual mengantisipasi pandemi dan mengangkat tema tentang berbagi kebahagiaan dan tebarkan kebaikan. Meski kegiatan pesantren kilat ini benar-benar kilat karena hanya diselnggarakan 2 jam saja, para peserta baik kami di komite, guru dan siswa sangat terkesan dengan muatan yang di sampaikan penceramah. Alhamdulillah kali ini penceramah adalah praktisi philantrophy yang sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia berbagi dan pemberdayaan masyarakat. Dia adalah drg. Imam Rulyawan, seorang dosen dan juga pernah menjabat sebagai dir...

Ayah Memang Beda

  Ketika menyiapkan materi untuk seminar Ramadhan di masjid dekat rumah, saya kembali membaca artikel-artikel tentang parenting berbasis agama. Ternyata pengasuhan ayah punya pengaruh besar pada karakter anak. Berdasarkan artikel yang saya baca, seorang anak yang tumbuh dengan cukup memperoleh kasih sayang dan perhatian dari ayahnya, maka ia biasaya akan   punya keberhasilan secara akademis, kestabilan sosio emosi pada usia sekolah, kemampuan pemecahan problem, kemampuan menghadapi kesulitan dengan tenang, mempunyai banyak ide untuk mengatasi masalah, dapat menangani dengan baik kejadian yang tidak terduga, hingga selalu siap menangani permasalahan. Bahkan ada juga hasil riset S2 Sarah Binti Halil Almuthairi dari Universitas Ummul Qura Mekah, yang mengangkat tentang dialog antara orang tua dengan anak dalam alquran dan aplikasi pendidikannya menyatakan bahwa terdapat 1 7 dialog (berdasarkan tema) antara orang tua dengan anak dalam a lquran yang tersebar di 9 (sembilan) s ...

Lima Tips Mengatur Waktu agar Hidup Lebih Efektif

W aktu adalah harta kita yang paling berharga. Ia tidak dapat diulang, dan kalau sudah pergi dia tak akan pernah kembali. Untuk itu, penting bagi kita memiliki keterampilan mengatur waktu. Dengan demikian, kita bisa lebih menghargai hidup dan tidak akan menyia-nyiakan untuk hal-hal sepele. Terutama pada masa muda atau masa sehat kita, karena masa itulah seringkali kita lalai megoptimalkannya. Berikut ini lima tips mengatur waktu agar hidup Anda lebih efektif yang sudah saya rangkum untuk Anda, selamat mencoba! 1. Mulailah Hari dengan Suatu Tujuan Alasan paling baik mengatur waktu adalah untuk menyeimbangkan hidup Anda dengan aktivitas spiritual dan fisik selama hari-hari sibuk Anda. Misalnya, Anda dapat niatkan bekerja, bukan hanya menghasilkan uang untuk menafkahi keluarga, namun juga untuk beribadah pada  Tuhan. Atau Anda tidak mengkonsumsi zat berbahaya seperti narkoba dan alkohol karena Tuhan melarangnya, dan di sisi lain untuk menjaga kesehatan fisik dan mental Anda. Memasukan...

Lima Tips Tetap Produktif Selama Berpuasa

  Beraktivitas saat Anda sedang berpuasa, terkadang membuat Anda merasa sangat malas dan cepat lelah. Akibatnya membuat Anda kurang produktif karena tidak dapat menyelesaikan banyak hal dengan alasan berpuasa.   Oleh karena itu, tentu aktivitas di siang hari pada bulan puasa perlu Anda siasati. Terutama agar Anda dapat tetap produktif, meskipun sedang berpuasa.   Berikut ini lima tips agar Anda tetap produktif saat berpuasa yang saya rangkum untuk Anda.           1.       Lakukan sesuatu setelah sahur   Anda baru saja makan, yang berarti Anda memiliki energi paling banyak pada jam-jam seperti ini. Pikirkan hal terpenting yang harus Anda lakukan sepanjang hari, apakah itu menulis email, membuat laporan kerja, mengerjakan tugas sekolah, membaca Alquran, dan sebagainya. Anda akan terkejut dengan apa yang bisa Anda capai di pagi hari ini!   Jikapun Anda harus kembali tidur untuk beristirahat sebelum bekerja at...

Batal Pesta Gorengan

  Salah satu menu buka puasa yang paling laris di tengah-tengah masyarakat adalah gorengan. Ada yang manis seperti pisang goring atau ubi goreng. Ada juga yang gurih atau asin seperti tempe goreng, risol, aci goreng, singkong goreng, dan tahu goreng lengkap dengan cabainya. Umumnya masyarakat Indonesia menyukai gorengan ini, tak terkecuali keluarga saya. Bahkan menurut anak nomor dua saya, buka puasa dengan menu pisang goreng diberi susu kental manis sudah nikmat rasanya. Alhamdulillah… Sementara itu, suami saya, sangat suka tahu goreng, risol, dan aci goreng. Saat ini, karena pertimbangan kesehatan dan faktor usia, suami sudah mengurangi makan gorengan ini, begitu juga dengan saya. Namun, jangan ditanya dulu saat muda. Hampir setiap hari kami mengkonsumsi gorengan, bukan hanya bulan puasa. Jika saya kebetulan tidak sempat menggoreng sendiri, maka suami akan membeli gorengan ini di penjual keliling yang biasanya mangkal di sudut jalan perumahan kami, atau kadang juga membelinya d...

Tujuh Kiat Tetap Bahagia Membesarkan Anak, Meski Single Parent

  Tak dipungkiri, ada anak-anak yang dibesarkan oleh orangtua tunggal. Seringkali pilihan menjadi orangtua tunggal bukanlah pilihan yang ideal bagi anak. Kondisi ini terjadi bisa disebabkan antaralain: akibat bencana alam, kecelakaan pesawat, mobil, atau motor, atau penyakit atau juga karena memang perceraian. Namun, ada juga memang keadaan (tuntutan pekerjaan/ tugas belajar) yang membuat Anda dan pasangan terpisah dan tinggal secara berbeda waktu dan tempat, membuat pilihan menjadi orangtua tunggal itu pun, terjadi.                                 Akan tetapi, Anda jangan risau.   Meski Anda dalam posisi sebagai orangtua tunggal—saat ini atau pun nanti— Anda maupun anak-anak Anda tetap berhak untuk tumbuh bahagia. Bagaimana caranya? Berikut tujuh tips tetap bahagia meski membesarkan anak sendirian, telah saya rangkum untuk Anda!   1.     Jalin komunikasi rutin dengan anak...

Lima Makanan Sahur Praktis untuk Si Kecil

  Setiap ibu di bulan Ramadhan pasti ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Terutama memastikan asupan seluruh anggota keluarga terjamin, minimal di dua waktu makan, yaitu   sahur dan berbuka. Mungkin untuk menyiapkan makanan berbuka puasa, buat ibu tidak terlalu jadi masalah. Jika ibu sedang enggan memasak, atau membuat camilan untuk ta’jil, ibu bisa membeli makanan jadi yang biasanya mudah dijumpai di sekitar areal perumahan karena banyak   penjual makanan dadakan yang biasanya hadir di bulan Ramadhan. Namun, bagaimana dengan makanan untuk sahur? Mengajak anak-anak yang masih belajar berpuasa untuk makan sahur, tentu tidak mudah. Pada saat mereka terjaga saja, mereka sulit untuk mau makan teratur, apalagi saat kondisi mengatuk, tentu perlu usaha yang lebih keras dari ibu untuk membujuknya. Berikut ini lima makanan praktis sahur yang bisa Anda coba agar ananda tetap prima berpuasa seharian,  1.     Sereal atau bubur Saat sahur, karena belu...